Titrasi Iodimetri Vitamin C

Link Youtube : https://youtu.be/eO8NkQ4R2cs 

Komentar

  1. Vitamin C setelah diadisi oleh iodin maka iodin yang menetas selanjutnya saat dititrasi akan bereaksi dengan larutan indikator amilum membentuk iodin yang berwarna biru. Dan menurut jurnal lain itu sampai mangga ku ini yang mengandung vitamin c sampai juga dititrasi dengan larutan iodin sampai-sampai berwarna biru. Yang jadi pertanyaan jika sampel sudah dititrasi tetapi tidak terjadinya perubahan warna apa faktor penyebab titrasi tersebut tidak terjadi pada percobaan tersebut

    BalasHapus
    Balasan
    1. Karena saya tidak melihat secara rinci jurnal yang anda lihat dan dapatkan, maka saya akan menjelaskan beberapa faktor yang dapat membuat titrasi iodimetri gagal menghasilkan warna biriu, yaitu:
      1. Konsentrasi larutan iodin terlalu rendah: Jika konsentrasi larutan iodin terlalu rendah, maka warna larutan tidak akan berubah menjadi biru saat ditambahkan ke larutan yang mengandung oksidator.
      2. Kontaminasi bahan kimia: Kontaminasi bahan kimia dapat memengaruhi hasil titrasi. Pastikan semua bahan kimia yang digunakan dalam titrasi iodimetri dalam kondisi bersih dan tidak terkontaminasi oleh bahan kimia lain.
      3. Kesalahan teknis dalam melakukan titrasi: Salah dalam melakukan titrasi dapat menyebabkan hasil yang tidak akurat. Pastikan melakukan titrasi dengan hati-hati dan mengikuti prosedur dengan benar.

      Hapus
  2. Pada jurnal penyaji digunakan indikator amilum dalam titrasi iodimetri nya, sementara pada jurnal yg saya temukan dikatakan bahwa indikator amilum memiliki kelemahan yaitu tidak larut
    dalam air dingin dan ketidakstabilan
    suspensinya dalam air. Pertanyaan saya, jelaskan mengapa tetap digunakan indikator amilum apakah kelemahannya itu tidak mempengaruhi hasil akhir titrasi dan kadar vitamin C nya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. metode titrasi iodimetri merupakan titrasi secara langsung dengan menggunakan larutan iodium sebagai larutan titran. Hasil pada titrasi iodimetri ini dapat ditentukan dengan reaksi perubahan warna yang terjadi pada titik akhir titrasi. Reaksi perubahan warna yang terjadi pada titik akhir terjadi karena reaksi antara indikator amilum dan juga larutan baku iodin yang berlebih setelah bereaksi dengan senyawa dalam larutan sampel.
      Indikator amilum dalam titrasi iodimetri ini sangat penting ditambahkan, karena pada saat indikator amilum bereaksi dengan iodin akan membentuk warna biru yang spesifik sehingga dapat menjadi penentu bahwa proses titrasi telah selesai. Penambahan amilum harus dilakukan pada saat mendekati titik akhir titrasi, agar amilum tidak
      membungkus iodin yang menyebabkan amilum sukar dititrasi ke keadaan semula.
      Dengan demikian, meskipun indikator amilum memiliki kelemahan, penggunaannya masih banyak dilakukan dalam titrasi iodimetri karena keunggulan sensitivitas dan spesifisitasnya terhadap iodin serta ketidakterpengaruhannya terhadap hasil akhir titrasi dan analisis kadar vitamin C.

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jawaban UAS Imunologi&Serologi