Nama : Navira Salsabilla NIM : G1E121048 Kelas : B 1. Jelaskan mengapa a da perbedaan antara maturasi sel limfosit T dan maturasi sel limfosit B, lalu bagaimana p eran maturasi sel limfosit T dan B dalam mempertahankan imunitas ? dan berikan contohnya Link Video: https://youtu.be/HryyNM7EnJk?si=7FVE5IeasjxX0hh0 2. Bagaimana peran farmasis dalam siklus manajemen obat pasien pasca transplantasi untuk meminimalkan efek samping dan berikan contohnya Link Video: https://youtu.be/qE2CsONvqA8?si=MoJvI0BtLyg5hr9K 3. Bagaimana perubahan lingkungan dapat memengaruhi respons imun adaptif, terutama kemampuan sel T dan sel B dalam merespons vaksinasi covid 19 Link Video: https://youtu.be/VFwsdH1onvI?si=bm5UcTpXnaEJ_mPF 4. Bagaimana mekanisme kerja agen imunoterapi dalam merangsang sistem kekebalan tubuh untuk melawan sel kanker, dan berikan contohnya Link Video: https:/...
mengapa dapat terjadi perbedaan KARAKTERISTIK FISIK DAN RASIO
BalasHapusKEKERUHAN SUSPENSI KLORAMFENIKOL dari 2 metode tersebut? apa pengaruh perbedaan tersebut dengan masa atau cara kerja suspensi tersebut?
Terjadi adanya perbedaan hasil karena metode dispersi melibatkan penghancuran fisik partikel suspensi menggunakan alat seperti hemogenizer atau sonicator untuk menghasilkan partikel-partikel yang lebih kecik dan homogen. Metode dispersi juga dapat menghasilkan suspensi dengan partikel yang lebih kecil dan homogen sehingga memiliki karakteristik fisik yang lebih baik dan rasio keseluruhan yang lebih tinggi.
HapusSedangkan Metode Presipitasi melibatkan pengendapan partikel-partikel suspensi dengan cara menambahkan larutan kimia tertentu. Metode ini menghasiljan suspensi dengan partikel yang lebih besar dan tidak homogen sehingga memiliki karakteristik fisik dan rasio keseluruhan yang lebih rendah.
Selain itu, faktor faktor seperti bahan tambahan dan konsentrasi suspensi juga mempengaruhi karakteristik fisik dan rasio suspensi.
Jika tujuannya adalah untuk mendapatkan suspensi dengan karakteristik fisik yang baik dan rasio keseluruhan yang tinggi, maka metode disversi mungkin menjadi pilihan yang lebih baik. Namun, jika tujuannya adalah untuk menghasilkan suspensi dengan biaya produksi yang rendah dan ketersediaan bahan yang mudah didapat, maka metode presipitasi dapat menjadi pilihan yang lebih ekonomis.
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapushalo penulis, saya izin bertanya, dalam membuat suspensi kan ada 2 metode, nah bagaimana sih cara mengetahui suatu serbuk itu lebih baik untuk dibuat dalam metode dispersi atau metode presipitasi? dan dari kedua metode tersebut hal krusial yang membedakan sehingga hasil nya beda itu apa sih, terimaksiii
BalasHapusUntuk menentukan mana yang lebihbaik antara kedua metode, harus dipertimbangkan dengan hati-hatiterbantungpada tujuan dari pembuatan suspensi dan karakteristik fisik dan rasio keseluruhan ya g diinginkan. Metode dispersi bisa digunakan untuk mendapatkan hasil suspensi dengan karakteristik fisik yang baik dan rasio keseluruhan yang tinggi. Sedangkan metode presipitasi dapat digunakan untuk menghasilkan suspensi dengan biaya produksi yang rendah dan ketersediaan bahan yang mudah didapat.
HapusBagaimana jika pembasahan serbuk itu mengalami kegagalan pada metode presipitasi dan apa solusinya?
BalasHapusApabila suatu obat yang telah dilakukan proses dispersi dan presipitasi juga tidak dapat larut dan bercampur dalam fase air, perlukah suatu pelarut tambahan diberikan untuk membantu proses tersebut, pelarut apakah itu?
BalasHapusJika suatu obat yang telah dilakukan proses dispersi dan presipitasi juga tidak dapat larut dan bercampur dalam fase air, maka salah satu solusinya adalah dengan menambahkan pelarut tambahan yang dapat membantu proses tersebut.
HapusBeberapa pelarut tambahan yang dapat digunakan adalah:
1 Etanol: Etanol dapat meningkatkan kelarutan obat dalam fase air dan membantu dalam proses dispersi dan presipitasi.
2 DMSO: (Dimethyl sulfoxide) dapat meningkatkan kelarutan obat dalam fase air dan membantu dalam proses dispersi dan presipitasi.
3 Propilen glikol: Propilen glikol dapat meningkatkan kelarutan obat dalam fase air dan membantu dalam proses dispersi dan presipitasi.
4 Asam sitrat: Asam sitrat dapat meningkatkan kelarutan obat dalam fase air dan membantu dalam proses dispersi dan presipitasi.
Penggunaan pelarut tambahan harus dilakukan dengan hati-hati karena dapat mempengaruhi sifat-sifat farmakologis dan toksikologis dari obat tersebut. Oleh karena itu, sebaiknya dilakukan uji coba dan analisis yang cermat sebelum menentukan pelarut tambahan yang paling sesuai untuk obat tersebut.
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapus